Tuesday, July 13, 2010

Taruhan WC2010

Lihat di sana, ada seorang OB terduduk lesu di sebuah kursi. Dan di sisi lain lihatlah, seorang pemuda berjalan menuju ke ruang direktur. Diikuti oleh beberapa karyawan, matanya terlihat menyala karena mengingat hari ini adalah hari yang dinantikan selama empat tahun terakhir. "Miiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn..........!!!!" begitu teriaknya. "Aduh.. Cilaka.. Udah dateng.." kalimat itu terlintas begitu saja di dalam otaknya. Jantungnya berdegup kencang. Tanpa dihiraukan degup jantung itu Kimin menjawab, "I... Iya Booooooos....". "Kopi Miiiiin......." sahut pemuda itu bersemangat. "Siap Boooooos....." sahut Kimin. Namun Kimin tidak segera beranjak dari tempatnya ia duduk. Si Bos juga tidak segera memasuki ruangan direktur, namun malah berdiri terdiam di depan pintu sambil tersenyum lebar memandang Kimin. Kimin menatap senyuman itu dengan hati berdebar. "Hahahahahahahahaha.......!! Spanyooooool..!!" teriak Si Bos sambil mengangkat kedua tangannya. Lalu Si Bos masuk ke dalam ruangannya sambil tertawa.

Sunday, July 11, 2010

Hijaunya Diri Sendiri

Di suatu sore, di pinggiran jalan, seorang manusia paruh baya sedang berkeringat di atas sepedanya. Dia mengkayuh sepedanya sekuat tenaga. Tujuannya bukanlah olahraga sore, melainkan menuju warung untuk membeli sebungkus kopi instan. "Ini salah saya! Ini salah saya karena saya nggak ngecek persediaan kopi Si Bos! Untung aja Si Bos nggak marah. Ayo Min..!! Buru..!!" begitu pikirnya dalam hati. Kimin tidak hiraukan pegalnya kaki, juga basahnya seragam oleh keringat. Kimin hanya ingin cepat; cepat sampai toko, cepat kembali ke pantry, cepat buatkan Si Bos secangkir kopi. Ya, cepat!