Friday, June 25, 2010

Jakarte Kote Kite

"Hoaaaaaaahm......"
Suara itu diikuti badan kurus yang meregang. Kulit sebagai penutup badan itu sudah mulai kendur. Namun tulang-tulang dan semangatnya masih kuat. Disusul oleh sebuah doa yang sakral, maka ia siap untuk memulai hari kerjanya. Sambil mengucek matanya, Kimin berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Tangannya sangat lihai meraih handuk yang digantungkan sejak semalam. Sambil berusaha terus membuka mata selebar-lebarnya, Kimin melihat sebuah pintu seng di hadapannya, "Yak.. Bentar lagi sampe ke air. Seger deh.". Begitu pikirnya sambil terus berusaha keras membuka matanya. Sesampainya di depan kamar mandi, Kimin melompat sekaget-kagetnya! Rasa ngantuknya tiba-tiba hilang karena sesosok makhluk dengan rambut berwarna hijau, tinggi dan gendut keluar dari balik pintu, "Hah!!" jeritnya sambil melompat ke belakang. Makhluk itu menyeringai, "Huaaah..!!". Kimin membalas lagi teriakannya, "Aaarrgh..!!".

Tuesday, June 15, 2010

Tebak-tebakan


Seperti pagi-pagi sebelumnya, Kimin selalu datang lebih pagi dari Si Bos. Menyiapkan semua peralatan dan perlengkapan untuk membuat secangkir kopi untuk Si Bos; serta memanaskan air. Kimin selalu memanaskan air tepat waktu; dengan porsi kecil dalam sebuah wadah, dan dipanaskan diatas kompor dengan api kecil. Hal itu dimaksudkan agar saat Si Bos datang, saat itu juga air mendidih dan siap digunakan untuk menyeduh kopi instan untuk Si Bos. Setelah beberapa kali melihat jam di tangan kirinya, akhirnya Kimin yakin bahwa orang yang ditunggu-tunggunya akan segera hadir, "Sembilan kurang sepuluh. Sip! Bentar lagi dateng nih.". Kimin sudah tidak sabar untuk menyampaikan kabar gembira yang didapat dari tetangganya, pagi ini.

Saturday, June 5, 2010

Koruptor Aseli

Kimin bukanlah seorang OB biasa. Kimin adalah seorang OB Istimewa. Kenapa disebut sebagai OB Istimewa? Karena kedudukannya di kantor adalah 1 level di bawah owner dan main director yaitu Si Bos. Kedudukan Kimin dan Bu Rina adalah setara. Dengan kata lain, para karyawan dan staf selain Bu Rina, adalah bawahan Kimin sepenuhnya. Namun Kimin tidak pernah sombong akan kedudukannya itu. Kimin tetap merasa dan menempatkan dirinya sebagai OB pada umumnya. Tapi tetap bagaimanapun juga, belum pernah ada satu karyawanpun yang berani untuk memerintah Kimin. Hak istimewa itu hanya dimiliki oleh Si Bos dan Bu Rina. Oleh sebab itu, Kimin juga belum pernah merasakan melayani karyawan selain Si Bos dan Bu Rina.