"Hoaaaaaaahm......"
Suara itu diikuti badan kurus yang meregang. Kulit sebagai penutup badan itu sudah mulai kendur. Namun tulang-tulang dan semangatnya masih kuat. Disusul oleh sebuah doa yang sakral, maka ia siap untuk memulai hari kerjanya. Sambil mengucek matanya, Kimin berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Tangannya sangat lihai meraih handuk yang digantungkan sejak semalam. Sambil berusaha terus membuka mata selebar-lebarnya, Kimin melihat sebuah pintu seng di hadapannya, "Yak.. Bentar lagi sampe ke air. Seger deh.". Begitu pikirnya sambil terus berusaha keras membuka matanya. Sesampainya di depan kamar mandi, Kimin melompat sekaget-kagetnya! Rasa ngantuknya tiba-tiba hilang karena sesosok makhluk dengan rambut berwarna hijau, tinggi dan gendut keluar dari balik pintu, "Hah!!" jeritnya sambil melompat ke belakang. Makhluk itu menyeringai, "Huaaah..!!". Kimin membalas lagi teriakannya, "Aaarrgh..!!".
Suara itu diikuti badan kurus yang meregang. Kulit sebagai penutup badan itu sudah mulai kendur. Namun tulang-tulang dan semangatnya masih kuat. Disusul oleh sebuah doa yang sakral, maka ia siap untuk memulai hari kerjanya. Sambil mengucek matanya, Kimin berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Tangannya sangat lihai meraih handuk yang digantungkan sejak semalam. Sambil berusaha terus membuka mata selebar-lebarnya, Kimin melihat sebuah pintu seng di hadapannya, "Yak.. Bentar lagi sampe ke air. Seger deh.". Begitu pikirnya sambil terus berusaha keras membuka matanya. Sesampainya di depan kamar mandi, Kimin melompat sekaget-kagetnya! Rasa ngantuknya tiba-tiba hilang karena sesosok makhluk dengan rambut berwarna hijau, tinggi dan gendut keluar dari balik pintu, "Hah!!" jeritnya sambil melompat ke belakang. Makhluk itu menyeringai, "Huaaah..!!". Kimin membalas lagi teriakannya, "Aaarrgh..!!".
